![]() |
| Imam Shamsi Ali |
- Ulama asal Sulawesi yang kini aktif berdakwah di Amerika Serikat, Imam Shamsi Ali, kembali menuai apresiasi publik. Kali ini, ia menjadi pembicara dalam sebuah dialog lintas iman bersama sekelompok pemuda Kristen di sebuah masjid.
Momen hangat tersebut dibagikan oleh akun Instagram *@rasulamin__*. Dalam unggahannya, ia menceritakan bahwa kelompok pemuda Kristen tersebut memiliki program khusus untuk mengunjungi berbagai rumah ibadah.
Tujuan kunjungan ini, menurut *@rasulamin__*, bukanlah untuk berdebat. Melainkan untuk mempelajari agama lain, berdialog secara langsung dengan para pemeluknya, membangun pemahaman, menghilangkan prasangka, serta memperkuat sikap saling menghormati di tengah masyarakat yang beragam.
"Pada kesempatan ini, kami membahas beberapa hal tentang Islam yang sering disalahpahami di dunia Barat. Kami bersyukur dapat memperkenalkan ajaran Islam secara langsung melalui dialog yang terbuka dan penuh rasa hormat," tulis *@rasulamin__* dalam unggahannya.
Kehadiran Imam Shamsi Ali, yang disebut sebagai "guru kami dari Indonesia, putra Sulawesi", menjadi daya tarik tersendiri. Ia dinilai mampu menyampaikan keindahan ajaran Islam dengan berbekal ilmu, hikmah, dan akhlak yang baik.
### Soroti Kedudukan Perempuan dalam Islam
Berdasarkan respons warganet di kolom komentar, salah satu bahasan yang paling menonjol dalam dialog tersebut adalah kedudukan dan pemuliaan perempuan dalam ajaran Islam. Hal ini menjadi salah satu topik yang kerap disalahpahami oleh masyarakat Barat.
Penyampaian Imam Shamsi Ali yang tenang, lugas, dan mudah dipahami mendapat pujian dari para warganet. Banyak yang merasa mendapatkan perspektif baru mengenai Islam, yang selama ini kerap terdistorsi oleh narasi negatif.
"Dakwahnya *smooth*, cakep banget," tulis salah satu warganet menanggapi gaya bicara Imam Shamsi Ali.
Warganet lain turut menyoroti pentingnya dialog terbuka untuk melawan stigma. "Itulah mengapa banyak orang salah paham tentang Islam, karena propaganda yang mengerikan itu," komentar seorang warganet lainnya.
Sejumlah warganet juga turut menegaskan bahwa Islam sangat memuliakan perempuan dan mengangkat derajatnya. Mereka berharap agar dialog-dialog damai semacam ini dapat dikemas dalam bentuk *podcast* atau konten yang lebih luas di YouTube agar dapat ditonton dan mengedukasi masyarakat umum.
Unggahan ini ditutup dengan harapan agar interaksi lintas iman yang penuh rasa hormat dapat terus menjadi jalan lahirnya saling pengertian dan perdamaian di tengah keberagaman.
3.png)